Selasa, 18 Januari 2011 07:00

Pengobatan Kanker Hati

pengobatan-kanker-hati

Kanker hati adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker hati adalah jenis kanker kelima yang paling umum di dunia dan tergolong sebagai salah satu kanker yang mematikan.

Kanker hati akan membunuh hampir semua pasien-pasien yang menderitanya dalam waktu satu tahun.

Penyebab kanker jenis ini masih belum diketahui secara pasti tetapi kemungkinan bersifat genetik atau karena pengaruh lingkungan yang bersifat karsinogen.

Gejala-Gejala Kanker Hati

Berikut adalah gejala-gejala yang umum yang timbul pada penderita kanker otak.

  • Adanya massa di sebelah kanan atas perut.
  • Tangan dan kaki membengkak.
  • Lemah, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, demam dan menggigil.
  • Kulit dan putih mata menguning.
  • Feses berwarna kehitaman dan urin berwarna seperti air teh.

Jangan menunda untuk mengambil langkah-langkah penting apabila gejala-gejala yang disebutkan di atas sudah terlihat. Semakin cepat diobati semakin besar harapan untuk sembuh.

Pilihan Pengobatan Kanker Hati

Selain pengobatan kanker hati secara medis, ada pula obat kanker alami yang dapat mengatasi penyakit kanker hati. Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari belantara hutan Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun.

Dan sekarang telah banyak diminati sebagai salah satu pengobatan kanker yang ampuh. Hasil penelitian modern membuktikan bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral penting yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker sehingga sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, ujar Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI.

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah dan  untuk pengobatan kanker termasuk dalam proses pengobatan kanker hati.  Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen: Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi: Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi: Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis: Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Apalagi Sarang Semut yang kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

Pastilah efektivitas dan kemampuan antioksidan jenis ini lebih kuat bekerja dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Keampuhan itu berhasil dibuktikan oleh Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama rekan-rekannya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota yang bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal.

Dalam banyak kasus yang dilaporkan penderita kanker hati sudah merasakan hasilnya dalam waktu 1-2 bulan saja! Hasil tersebut menjadi bukti keampuhan Sarang Semut dalam pengobatan kanker hati.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001.

Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker hati, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Tanaman herbal ini telah terbukti secara empiris menyembuhkan berbagai penyakit dan jenis kanker serta tumor, termasuk kanker hati. Dengan Sarang Semut Anda dibantu mendapatkan kesembuhan dan kesehatan yang maksimal tanpa mengeluarkan banyak uang, tanpa harus melalui proses pengobatan yang panjang dan menyakitkan, juga tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Pengobatan Kanker Indung Telur.

Kamis, 14 April 2011 16:00

Obat Kanker Hati

obat-kanker-hati

Begitu Anda menerima diagnosis kanker hati, Anda harus siap untuk memikirkan semua aspek yang terlibat dalam pengobatan yang ingin Anda jalankan. Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut adalah pilihan tepat sebagai obat kanker hati.

Pertama, mari kita kenali apa itu kanker hati. Kanker hati adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker hati adalah jenis kanker kelima yang paling umum di dunia dan tergolong sebagai salah satu kanker yang mematikan.

Kanker hati akan membunuh hampir semua pasien-pasien yang menderitanya dalam waktu satu tahun. Penyebab kanker jenis ini masih belum diketahui secara pasti tetapi kemungkinan bersifat genetik atau karena pengaruh lingkungan yang bersifat karsinogen.

Pilihan Obat Kanker Hati

Selain pengobatan kanker secara medis, ada pula obat kanker alami yang dapat mengatasi penyakit kanker hati. Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari belantara hutan Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Dan sekarang banyak diminati sebagai salah satu metode pengobatan kanker yang ampuh.

Hasil penelitian modern membuktikan bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral penting yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker sehingga sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, ujar Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI. Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker.

Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen
    → Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi
    → Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    → Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    → Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    → Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    → Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obatan yang dikonsumsi.

Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Apalagi  Sarang Semut yang kaya akan antioksidan tokoferol sampai sekitar 313 ppm. Kemampuan meredam radikal bebas yang dimilikinya pasti lebih besar lagi. Tidak heran, herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan abnormal lainnya yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut berbobot 2-3 kg yang kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang sifatnya amat metastasis (mudah menyebar) ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap jenis sel kanker. Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal. Dalam banyak kasus yang dilaporkan penderita kanker hati sudah merasakan hasilnya hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Berbagai informasi di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Dalam Majalah Natural, ia berkomentar bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya". Hal senada juga dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna Kapsul Mecodia yaitu produk ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker hati, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang melelahkan dan menyakitkan seperti pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan bagaimana herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Indung Telur.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker

kunyit-putihKunyit Putih (Curcuma zedoaria) telah lama dikenal luas oleh masyarakat dalam khasiatnya sebagai anti kanker dan tumor yang efektif. Selain untuk penyembuhan dan pencegahan kanker, Kunyit Putih juga efektif mengatasi berbagai masalah kewanitaan seperti keputihan dan nyeri Haid.

Manfaat Kunyit Putih banyak sekali, penelitian sudah dilakukan diluar dan di dalam negeri dengan uji farmakologi, toksikologi pada binatang hingga uji klinis manfaat ekstrak Kunyit Putih untuk terapi kanker.

Di Jawa, Kunyit Putih biasanya digunakan untuk penurun demam dan peluruh keringat, sedangkan di Dayak untuk mengobati batuk darah dan keracunan makanan. Untuk wanita yang sedang menjalani masa nifas, Kunyit Putih berperan sebagai pembersih.

Kunyit Putih juga bisa dikunyah sebagai pengurang bau nafas. Rebusannya bisa mengobati sakit gigi, pencernaan dan masuk angin. Untuk pengobatan penyakit kanker dan tumor. 

Dari hasil penelitian Chan Minyi  bersama rekan-rekannya dalam bukunya Anti Cancer Medical HerbsCurcuma Zedoaria mempunyai efektifitas tinggi untuk mengatasi kanker & tumor. Mengenai kandungan aktif dalam Kunyit Putih, hasil penelitian American Institute Cancer Report (New York Time) 1 Juni 1999 dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi ataupun PAU Bioteknologi serta PPOT UGM Yogyakarta menyatakan bahwa Kunyit Putih mengandung: 

  • RIP (Ribosome Inacting Protein): Berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker. 
  • Zat Anti Oksidan: Untuk mencegah kerusakan gen.
  • Zat anti Curcumin: Sebagai anti inflamasi (anti peradangan). 

Dengan kandungan aktif yang dimilikinya, Curcuma zeodaria dapat menyembuhkan Kanker dan Tumor, Maag, Ambeien, Radang tenggorokan, Radang hati, Bronkhitis, Amandel, Nyeri haid, Keputihan, Jerawat, Bisul, Diabetes, dan Asma, Darah tinggi, Stroke, Sakit Jantung, Asam urat, serta menurunkan Kolesterol.

Namun, Kunyit Putih sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan karena dapat mengakibatkan keguguran. Efek samping penggunaan pada bulan pertama meliputi sering buang air, pening dan timbulnya rasa lemas. Untuk mengurangi pening dan rasa lemas, pengguna Kunyit Putih disarankan mengonsumsi makanan yang bergizi dan vitamin secara teratur serta tidak kurang minum air putih. 

Kunyit Putih sebaiknya dikombinasikan penggunaannya dengan tanaman obat lain untuk mendapatkan nilai sinergis dalam pengobatan kanker dan untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkannya, misalnya, dengan Sarang Semut - herbal asal Papua - yang memiliki khasiat serupa dalam pengobatan penyakit. 

Kunjungi halaman Sarang Semut Tumpas Berbagai Penyakit Berat untuk mengetahui khasiat apa saja yang dimiliki Sarang Semut dalam menumpas berbagai penyakit dan bagaimana para penggunanya menyatakan kepuasannya dalam mengonsumsi Sarang Semut!