Senin, 17 Januari 2011 07:00

Pengobatan Kanker Indung Telur

pengobatan-kanker-indung-telur

Kanker indung telur atau kanker ovarium adalah tumor ganas yang menyerang indung telur. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut melalui sistem getah bening. Sedangkan melalui pembuluh darah, kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru.

Gejala Kanker Indung Telur

Kanker indung telur sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut dimana massa tumor sudah mulai menekan organ-organ di sekitarnya.Namun, tanda dan gejala kanker indung telur dapat dikenali, antara lain:

  • Siklus menstruasi yang abnormal.
  • Diare, kembung, atau sembelit.
  • Rasa nyeri dan berat di rongga panggul.
  • Peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
  • Pembengkakan perut yang tidak nyeri.
  • Perdarahan melalui vagina yang tidak lazim.
  • Mual-mual.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sering buang air kecil.
  • Sesak napas.
  • Demam.
  • Nyeri saat berhubungan intim.

Jangan menunda untuk mengambil langkah-langkah penting apabila gejala-gejala kanker indung telur yang disebutkan di atas sudah terlihat. Semakin cepat diobati semakin besar harapan untuk sembuh.

Pilihan Pengobatan Kanker Indung Telur

Umumnya, pengobatan kanker indung telur dapat dilakukan secara medis yakni melalui operasi dan kemoterapi. Tetapi hal itu dapat menimbulkan banyak efek samping di samping biaya yang mahal. Karena itu, banyak penderita kanker indung telur telah beralih pada herbal untuk mengatasi penyakit mereka.

Dan saat ini herbal antikanker yang bisa dijadikan pilihan adalah  Sarang Semut, karena reaksinya yang lebih cepat dalam membantu penyembuhan berbagai jenis kanker.

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen ≈ Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi ≈ Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel ≈ Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi ≈ Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis ≈ Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat ≈ Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung Tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

Hal tersebut tentu membuat Sarang Semut memiliki efek antioksidan yang lebih kuat dalam tubuh. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama dengan rekan-rekannya yang lain yakni Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota yang bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Lalu, mereka menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh mengagumkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yaitu dapat menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal.

Perhatikan pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001. Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker indung telur, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Sarang Semut telah terbukti secara ilmiah sebagai obat kanker alami yang ampuh dan telah terbukti secara empiris. Banyak orang telah membuktikan sendiri khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit berat termasuk untuk pengobatan kanker indung telur.

Sudah banyak orang yang berhasil menumpas berbagai jenis kanker, termasuk kanker indung telur  dengan memilih Sarang Semut sebagai alternatif pengobatan kanker. Umumnya proses kesembuhan sudah bisa dirasakan setelah 1-2 bulan penggunaan saja.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Pengobatan Kanker Kulit.

Rabu, 13 April 2011 16:00

Obat Kanker Indung Telur

obat-kanker-indung-telur

Ada banyak sumber mengenai pengobatan kanker. Informasi yang akurat sangat dibutuhkan bagi penderita dan keluarga untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut adalah salah satu pilihan tepat sebagai obat kanker indung telur.

Pilihan Obat Kanker Indung Telur

Kanker indung telur atau kanker ovarium adalah tumor ganas yang menyerang indung telur. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan bisa menyebar ke bagian lain dari panggul dan perut melalui sistem getah bening. Sedangkan melalui pembuluh darah, kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru.

Umumnya, pengobatan kanker indung telur dapat dilakukan secara medis yakni melalui operasi dan kemoterapi. Tetapi hal itu dapat menimbulkan banyak efek samping di samping biaya yang mahal. Karena itu, banyak penderita kanker indung telur telah beralih pada herbal untuk mengatasi penyakit mereka.

Dan saat ini herbal antikanker yang bisa dijadikan pilihan adalah Sarang Semut karena reaksinya yang lebih cepat dalam membantu penyembuhan berbagai jenis kanker. Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen ≈ Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi ≈ Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel ≈ Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi ≈ Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis ≈ Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat ≈ Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Sarang Semut juga mengandung tokoferol yang berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol mampu meredam radikal bebas hingga 96% pada konsentrasi 12 ppm. Pada Sarang Semut, antioksidan tokoferol yang dikandung diketahui mencapai 313 ppm. Itu berarti, Sarang Semut sangat berpotensi dalam meredam radikal bebas penyebab kanker dengan persentase yang jauh lebih besar. Karena itu, herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Keampuhan Sarang Semut sebagai obat kanker terbukti dalam uji in vitro yang dilakukan oleh Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama rekan-rekannya: Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga rekan Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut  dengan bobot 2-3 kg. Sarang Semut tersebut kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada 3 jenis sel kanker ganas (sel kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus) yang sengaja ditumbuhkan oleh mereka.

Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yaitu dapat menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya sangat cepat dan abnormal.

Dengan demikian, Sarang Semut telah terbukti secara ilmiah sebagai obat kanker alami yang ampuh dan telah terbukti secara empiris. Banyak orang telah membuktikan sendiri khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit berat termasuk untuk pengobatan kanker indung telur. Sudah banyak orang yang berhasil menumpas berbagai jenis kanker, termasuk kanker indung telur  dengan memilih Sarang Semut sebagai alternatif pengobatan kanker.

Berbagai ketererangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya". Hal serupa juga dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna Mecodia Kapsul yaitu produk ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata pengguna melaporkan bahwa mereka sudah mulai merasakan khasiat Sarang Semut hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini selaras dengan komentar Dr Dewata dalam Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada yang hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker indung telur, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang melelahkan dan menyakitkan seperti pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan-pengobatan tersebut.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Kulit.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker