|
Akar Tongkat Ali sudah dikenal lama sebagai tumbuhan afrodisiak. Penelitian farmakologis yang dilakukan oleh Prof. Dr. Johari Mohd. Saad, dari Universitas Malaya, menggunakan tikus sebagai hewan percobaan membuktikan hal itu. Ekstrak Tongkat Ali membuat tikus jantan menjadi sangat aktif terhadap tikus betina.
Zat bioaktif yang membuat tikus jantan menjadi sangat aktif tersebut diperkirakan adalah senyawa kuasinoid. Dari percobaan diketahui, tikus jantan yang diberi ekstrak akar Tongkat Ali menjadi lebih aktif terhadap tikus betina ketimbang tikus jantan yang tidak mendapat ekstrak yang sama. Bahkan karena begitu aktifnya, tikus jantan sampai menabrak dinding pemisah kandang agar bisa masuk ke kandang betina. Sebaliknya, tikus jantan yang tidak beri ekstrak akar Tongkat Ali berlaku biasa saja. Menurut Penelitian Prof. Dr. Johari Mohd. Saad jumlah sperma tikus jantan itu juga meningkat dan gerakannya lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diberi ekstrak akar Tongkat Ali.
Hal ini Ini diperkuat oleh penelitian H.H. Ang dan MIK. Sim yang menunjukan bahwa ekstrak akar Tongkat Ali benar-benar membangkitkan nafsu seksual tikus jantan sampai berkali-kali menunggangi tikus betina, mengalami ejakulasi, dan sebagainya. Penelitian yang sama bahkan menunjukkan, ekstrak akar Tongkat Ali. meningkatkan indeks ereksi penis tikus jantan.
Khasiat lain Tongkat Ali juga meningkatkan kadar testosteron. Hasil kajian secara in vitro oleh Prof. Dr. Johari Mohd. Saad menggunakan homogenat testes penderita kanker prostat memperlihatkan, pemberian ekstrak akar Tongkat Ali meningkatkan kadar testosteron darah. Hormon ini berfungsi mengembangkan dan memelihara ciri-ciri kelamin sekunder pada pria serta membantu sel-sel pembentuk spermatozoa dalam melakukan tugasnya.
Selain itu, testosteron juga memiliki kerja anabolik, yakni meningkatkan pembentukan zat putih telur, terutama protein otot, sehingga tubuh menjadi kekar.
Apa itu Testosterone?
Testosteron adalah hormon yang memicu perkembangan seksual pada bayi
laki-laki, perkembangan otot dan tulang pada pria dewasa, dan
menghasilkan hasrat seksual. Selama pubertas, kadar testosteron dalam
tubuh berada pada kondisi puncak. Kadarnya akan mulai menurun pada usia
sekita 23 tahun. Pada tahap inilah terapi testosteron mulai berperan.
Banyak pria dan wanita mengalami kekurangan hormon penting dan terapi
pengganti adalah cara yang paling mudah dan jitu untuk melawan efek
penuaan.
Hormon seks seperti "Estrogen and progesteron sangat mempengaruhi kerja
otak. Kehilangan ingatan dan kebingungan mental yang ringan yang muncul
pada usia setengah baya sebagian besar disebabkan oleh menurunnya kadar
estrogen dan progesteron pada wanita. Hal yang sama terjadi pada pria
karena penurunan kadar testosteron dan peningkatan estrogen pada usia
akhir 30-an atau awal 40-an. Sulit tidur juga dialami wanita karena
kekurangan hormon estrogen.” --Dr. Raymond Scruggs
Peningkatan Kadar Testosteron
Penelitian membuktikan bahwa selama pubertas, kadarnya meningkat.
Puncaknya adalah pada usia 25 tahun, dan mulai menurun secara bertahap
seiring penambahan usia.
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa secara umum, produksi
testosteron menurun sebanyak 2% per tahun terhitung sejak umur 30 tahun.Turunnya kadar testosteron seraya usia bertambah inilah yang membuat
banyak laki-laki yang beranjak usia mengalami pengalaman seksual yang
tidak memuaskan.
Telah didapati bahwa, bahkan pada pria sehat sekalipun, pada usia yang
ke-55, jumlah testostron yang alirkan ke peredaran darah jauh sekali
berkurang dibandingkan usianya 10 tahun sebelumnya. Bahkan, pada usia
80, sebagian besar kadar hormon menurun hingga setaraf kadar hormonnya
sebelum usia pubertas.
Penelitian terbaru tentang penuaan menunjukkan hasil bahwa 51% dari
pria normal yang sehat berusia 40-70 tahun mengalami impotensi hingga
tingkat tertentu – yaitu berupa kesulitan untuk mencapai dan
mempertahankan ereksi yang cukup kaku untuk melakukan hubungan seks.
|