0812-8187-1234 | 0812-80-61-0777
0818-029-100-88 | 0856-99-34341
Senin-Jumat, pkl. 8.30-16.00 WIB

My Cart
A+ A A-

Apakah USG Dapat Digunakan pada Deteksi Dini Kanker Ovarium?

Apakah USG yang umum digunakan dalam mengenali kehamilan juga dapat mendeteksi adanya kanker ovarium?

Skrining dengan menggunakan ultrasonografi (USG) dapat mendeteksi pembesaran ovarium dan kelainan morfologis dimana rute transvaginal lebih disukai karena dapat diperoleh gambar yang lebih detail.

Ultrasonografi transvaginal digunakan pada strategi skrining dengan tujuan deteksi perubahan dalam arsitektur ovarium seawal mungkin. Kriteria penilaian meliputi volume dan morfologiovarium.

Penurunan insiden lesi jinak seperti endometriosis dan kista fungsional pada wanita pascamenopausal menurunkan jumlah  positif palsu pada grup ini.

Adanya kelainan pada pemeriksaan serial membantu mengurangi tingkat positif palsu lebih lanjut. Berdasarkan perubahan anatomik kotor pada saat pembedahan, proyeksi papiler mempunyai korelasi tertinggi dengan diagnosis keganasan ovarium di mana kista sederhana dan penebalan septal memiliki asosiasi terendah dengan diagnosis keganasan ovarium.

Penggunaan sistem skor dengan pembebanan atau indeks morfologi berdasarkan volume ovarium, outline, keberadaan proyeksi papiler, kompleksitas kista (yakni jumlah lokula, struktur dinding, ketebalan septa dan echogenesitas dari cairan) telah direkomendasikan oleh grup Kentucky.

Resiko kanker ovarium dikaitkan dengan berbagai temuan ultrasonografi telah lebih jauh diperbaiki setelah akumulasi data dari partisipan percobaan skrining awal.

Tindak lanjut dari partisipan pada percobaan skrining berbasis ultrasonogafi telah mendapatkan bahwa kista ovarium unilokuler dengan diameter <10 cm ditemukan pada 18% wanita pascamenopausal asimptomatik berusia >50 tahun dan diasosiasikan dengan resiko yang sangat rendah akan keganasan.

Kista ovarium kompleks dengan kelainan dinding atau area solid dikaitkan dengan resiko keganasan yang signifikan. Morfologi ovarium juga telah digunakan untuk memperbaiki algoritma untuk interpretasi ultrasonografi pada wanita pascamenopausal dengan peningkatan kadar CA 125.

Wanita pascamenopausal dari populasi umum dengan peningkatan kadar CA 125 serum tetapi dengan morfologi ovarium normal pada ultrasonografi didapati memiliki resiko kumulatif (cumulative risk/CR) kanker ovarium dalam 6,8 tahun median follow up mirip dengan seluruh populasi.

Wanita pascamenopausal dengan peningkatan CA 125 serum disertai dengan kelainan morfologi ovarium pada ultrasonografi mempunyai peningkatan resiko relatif yang signifikan.

Tes lini kedua lainnya telah dijelajahi untuk lebih jauh menurunkan tingkat positif palsu dari metode skrining ini. Tes-tes ini meliputi ultrasonografi tiga dimensi, power doppler tiga dimensi, dan colour Doppler. Teknik seperti ini dapat memfasilitasi diskriminasi antara lesi ovarium jinak dan ganas.

Pengobatan macam apa yang dapat diberikan pada penderita kanker ovarium? Pembedahan memainkan peranan penting dalam penatalaksanaan kanker ovarium, terutama sehubungan dengan penentuan diagnosis, perluasan penyakit (stadium), disamping pengangkatan tumor. Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik, diperlukan evaluasi stadium dengan cermat saat pembedahan maupun pasca pembedahan.

Alternatif pengobatan lain, Sarang Semut, dapat Anda pertimbangkan sebagai solusi pengobatan alami kanker ovarium. Silakan kunjungi halaman tersebut untuk mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Log In or Register