HOTLINE KONSULTASI HERBAL:
0812-8187-1234 | 0818-029-100-88
Senin-Jumat, pkl. 8.30-16.00 WIB

A+ A A-
Penurun darah tinggi Penurun darah tinggi

4 Diet Ampuh Penurun Darah Tinggi

Percayakah Anda bahwa saat ini ada lebih dari 8 juta orang Indonesia yang menderita darah tinggi? 60 persen dari penderita darah tinggi berakhir dengan stroke atau penyakit kronis lainnya.

Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin buruknya gaya hidup masyarakat, terutama yang tinggal di kota-kota besar. Keseimbangan nutrisi tidak diperhatikan, kurang berolahraga, dan hidup yang hanya terpusat pada pekerjaan. Akibatnya, stres mudah datang, sementara kita tak tahu bahwa pelan-pelan tekanan darah kian tinggi.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipertensi. Salah satu yang terbaik tentunya mengubah gaya hidup, tetapi ini tidak mudah dilakukan karena kebiasaan kita yang sering mengabaikan pola hidup sehat dan senang memanjakan diri sendiri dengan makanan favorit yang kaya kolesterol.

Tak perlu dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia penggemar berat gorengan atau makanan yang serba digoreng. Selain itu, sebenarnya kita tahu apa saja makanan penurun darah tinggi, tapi tak banyak yang kita konsumsi karena darah tinggi masih dianggap penyakit yang tidak berbahaya. Lalu, apa Anda perlu diet penurun darah tinggi yang beragam?

Jika Anda bosan dengan menu diet darah tinggi yang itu-itu saja, solusi menarik untuk Anda ada di sini. Ada 4 jenis diet yang ditawarkan. Kombinasikan semua menu diet ini dengan menu harian yang biasa Anda gunakan, jadi jangan mudah tergoda untuk konsumsi makanan lain yang tidak sehat.

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH)

Diet DASH dirancang secara khusus oleh Institut Paru dan Darah Jantung Nasional untuk menurunkan tekanan darah. Diet ini menekankan perlunya asupan buah dan sayuran segar, juga makanan rendah lemak dan jenis karbohidrat yang diproses secara utuh (whole grain).

Diet Dash juga menyarankan penderita darah tinggi untuk menurunkan konsumsi sodiumnya sampai batas 1.500 mg atau kurang per hari. Selain itu, penderita darah tinggi juga dianjurkan untuk menghindari lemak jenuh, sehingga daging merah dan makanan yang dipanggang sebaiknya jangan dimakan. Fungsi utama diet ini untuk mengurangi resiko serangan jantung.

Diet Mediterania

Diet ini menarik, karena kita diajak mengenal kebiasaan makan orang-orang Eropa, terutama di daerah mediterania seperti Italia dan Spanyol. Dasar dari diet mediterania adalah menggunakan sayuran segar, kacang, minyak zaitun, dan gandum utuh.

Demosthenes B. Panagiotakos dari Universitas Harokopio menyatakan bahwa diet ala mediterania ini bisa memerangi hipertensi, bahkan efektif sebagai penurun darah tinggi.

Dari studi yang dilakukan pada 1997, dalam laporan berjudul "Preventive Medicine", Panagiotakos menyebutkan bahwa para pelaku diet mediterania berhasil menurunkan peluang mereka terkena darah tinggi sampai 50 persen dibandingkan mereka yang tidak menjalankan diet ini.

Diet Atkins

Bagi orang Indonesia diet yang satu ini mungkin yang paling sulit, karena diet Atkins menuntut Anda untuk mengurangi karbohidrat. Kecuali Anda adalah wanita yang membutuhkan porsi badan super-ideal, apa Anda bisa mengurangi porsi nasi Anda? Tetapi, jangan khawatir.

Porsi protein dan lemak yang bisa Anda peroleh dari telur dan daging sapi bisa diperbanyak. Dua makanan ini sama mengenyangkannya seperti nasi, bukan? Christopher D. Gardner dari Universitas Stanford menemukan fakta bahwa diet Atkins adalah penurun darah tinggi yang efektif jika Anda rutin melakukannya dalam periode 12 bulan.

Diet Paleo

Ini diet paling kuno yang pernah Anda temui. Bagaimana tidak? Diet ini didasarkan pada kebiasan diet manusia zaman Paleolitikum. Orang-orang pada zaman itu hanya mengonsumsi sayuran dan daging panggang.

Diet paleo, menurut laporan Universitas California bisa membantu Anda menurunkan berat badan sampai beberapa kilo, juga diet ini bisa menjadi penurun darah tinggi yang ampuh.

Log In or Register